SUARA
Penguasaan suara dalam
seni acting pada dasarnya adalah penguasaan diri secara utuh, karena
kedudukan suara dalam hal ini hanyalah merupakan salah satu alat ekspresi dan
totalitas diri kita sebagai seorang pemain (actor). Pengertian
‘penguasaan diti secara utuh’ menuntut suatu keseimbangan seluruh aspek serta
alat-alatnya, baik yang menyangkut kegiatan indrawi, perasaan, pikiran atau
yang bisa disebut segi-segi dalam dari seni acting, maupun yang
menyangkut segi-segi luarnya seperti tubuh dan suara. Ketimpangan akan
menghasilkan ketimpangan.
Pernafasan Diafragma
Otot-otot akan berkembang dan
menegang ketika kita menghisap nafas, hanya bagian inilah yang tegang. Kemudian
otot-otot samping bagian punggung pun ikut pula mengembang lalu mengempis saat
nafas dihembuskan kembali.
Posisi diaphragma adalah diantara
rongga dada dan rongga perut. Pernafasan melalui diaphragma inilah yang
dirasakan paling menguntukan dalam berolah vocal, sebab tidak mengakibatkan
ketegangan pada peralatan pernafasandan peralatan suara dan juga mempunyai
cukup daya untuk pembentukan volume suara. Keuntungan lain yang diperoleh
adalah pada saat ita menahan nafas otot-otot diaphragma tersebut tegang,
ketegangan otot ini justru melindungi bagian lemah badan kita yakni ulu
hati. Pernafasan ini sangat baik dalam usaha menghimpun “tanaga dalam”
yang mengolah vibrasi, karena pernafasan diaphragma akan memudahkan kita dalam
mengendalikan dan mengatur penggunaan pernapasan.
Berlatih pernapasan banyak ragam dan
caranya. Latihan pernafasan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari cabang-cabang
beladiri seperti pencak silat, karate, atau berenang sekalipun. Namun ada
beberapa catatan penting yang harus dilakukan untuk tujuan pernafasan dalam
pemeranan (acting), yaitu:
Latihan 1.
- Berbaring rata
di lantai dan bernapaslah pada posisi tersebut, rasakan tubuh betul-betul
rileks.
- Berbaring
dilantai, rasakan daya beratnya, pusatkan pikiran kea rah telapak kaki kita, ke
ujung-ujung jari, rasakan seluruh pergelangan kaki terlepas. Bayangkan seluruh
nadi terisi udara, engsel-engsel lututpun terisi udara biarkanlah tulang paha
kita rileks sehingga daging dan otot-otot menjadi satu dengan tulang-tulang.
Bayangkan sendi-sendi pinggang dan tuang paha berisi udara sehingga seluruh
tubuh tidak lagi memberatkan kaki. Biarkan otot punggung dan perut kita meleleh
seperti air, biarkan punggung rileks dan tidak usah memaksakan tulang punggung
menjadi rata, biarkan otot-otot seluruh tubuh dan kepala sampai rahang
disamping telinga kita rileks hingga gigi kita tidak terkunci juga lidah
tidaklah lengket pada bagian atas mulut, rahang menjadi seperti jatuh demikian
juga dengan lidah yang tidak saling menyentuh. Biarkan wajah kita terasa berat
pada tulang tulang wajah, biarkan pipi, bibir, pelupuk mata seluruhnya rileks.
- Rasakan
tubuh kita di lantai melorot rileks tariklah nafas secara penuh untuk merasakan
sensasi-sensasi yang terjadi pada tubuh kita saat di lantai akibat pernapasan
yang alami itu. Ulangi itu terus menerus dengan intens.
Latihan 2
- Waspadai
bahwa ditengah kediaman tubuh kita yang rileks itu akan tidak terelakan sebuah
kondisi yang mudah untuk jatuh apabila nafas keluar dan masuk dari tubuh,
rileks bukan berarti tidak ada control terhadap tubuh namun control sering kali
membuat kita justru menjadi tegang, jadi pernafasan yang berlangsung alami
adalah citra dari rileks itu sendiri.
- Tariklah
nafas secara mendalam tanpa paksaan, simpanlah tangan di pundak untuk merasakan
dorongan nafas pada diaphragma.
- Pada saat
udara masuk ke dalam tubuh dan terhisap oleh mulut atau hidung, masuk ke pusat
dan keluar kembali, senantiasa merasakan kehangatan udara di dalam tubuh dan
dinginnya udara yang kita hisap tersebut.
- Pada saat
merasakan udara yang masuk kedalam tubuh ksenantiasa melakukan
penghayatan pada udara tersebut, rasakan rasa lega yang mendalam di dalam tubuh
lalu hayatilah udara turun keperut dengan emosi yang selalu terjaga (konsentrasi).
-
Ulangi dorongan kausalitas tersebut dengan latihan yang intensif, emosi
terjaga, selalu merasakan bahwa saat latihan kita adalah bagian alam semesta
ini.
- Hal yang
paling penting adalah menghindari ketegangan-ketegangan, biarkan seluruhnya
bergerak secara alami dan teratur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar